Rabu, November 30, 2022

Tiga Pelajar SMA di Bengkalis Ditangkap Polisi Usai Perkosa Anak Perempuan Dibawah Umur

Radar24.id | Riau — Tiga siswa sekolah menengah atas (SMA) ditangkap polisi setelah melakukan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur.

Ketiganya memperkosa perempuan berusia 14 tahun yang juga masih pelajar secara bergantian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bengkalis AKP Muhammad Reza menyebutkan, ketiga pelaku berinisial RA (16), YF (17), dan FW (18).

Ketiga pelaku ditangkap polisi, Kamis (22/9/2022) dan telah diamankan di Polres Bengkalis.

“Ketiga pelaku mengakui perbuatannya telah menyetubuhi korban secara bergilir di rumah kosong,” ungkap Reza dikutip radar24.id dari Kompas, (25/9/2022).

Reza menjelaskan, ketiga pelaku memerkosa korban di rumah kosong di Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Mulanya pada Minggu (18/9/2022), sekitar pukul 00.00 WIB, korban sedang berada di rumah bibinya.

Kemudian, pelaku RA mengirimkan pesan melalui media sosial mengajak korban keluar.

Namun, korban menolak karena ada bibinya di rumah.

“Saat itu pelaku RA sudah sudah berada di depan gang rumah bibi korban. Pelaku membujuk rayu korban dengan mengajak jalan-jalan, sehingga korban pun ikut,” ujar Reza.

Di dalam perjalanan, lanjut dia, dua orang teman RA, yakni YF dan FW mengikuti pelaku.

Pelaku membawa korban ke Desa Sungai Alam. Sesampainya di sana, korban dibawa ke sebuah rumah kosong.

“Pelaku menyuruh korban masuk ke dalam rumah, namun korban menolak. Pelaku kemudian memaksa dengan mendorong korban ke dalam rumah. Di situ pelaku memaksa korban membuka pakaiannya dan melakukan hubungan badan secara bergantian,” kata Reza.

Kejadian itu diceritakan korban kepada orangtuanya. Sehingga, orangtuanya tidak terima dan melapor ke Polres Bengkalis.

“Berdasarkan laporan keluarga korban, kita melakukan penyelidikan dan menangkap ketiga pelaku saat berada di rumahnya,” kata Reza.

Reza menambahkan, ketiga pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

Rekomendasi Terbaru