RADAR24.ID| BALIKPAOAN, Polisi menetapkan dua tersangka kasus penyebaran berita bohong (hoax) virus Corona di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Keduanya mem-posting hoax Corona lewat akun Facebook.
“Total dua orang tersangka kasus penyebaran hoax virus Corona,” kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana saat dihubungi, Senin (3/2/2020).
Yaya menyebut berkas perkara kedua tersangka terpisah. Polisi mulanya menangani kasus posting-an perempuan berinisial KR soal masuknya virus corona di Balikpapan.
“Yang tersangka kedua baru hari ini kita periksa, berinisial FB. Berkas perkara berbeda tapi sama-sama kasus penyebaran hoax virus Corona,” sambung Kombes Yaya.
Baca juga:
Reihana, Pasien RSUD Lampung Timur Corona Hoax, Polisi Akan Tindak Penyebar Hoax
Informasi Pasien RSUD Sukadana Tertular Corona, Warga Ramai Ramai Beli Masker
Kedua tersangka sama-sama mem-posting soal penyebaran virus Corona di Balikpapan. Karena hoax ini meresahkan, polisi melakukan proses hukum terhadap pelaku.
“Mereka sampaikan sekilas info di Balikpapan sudah sampai virus Corona, bagi keluarga dan kawan diimbau menggunakan masker saat berpergian,” ujar Kombes Yaya menyebutkan isi posting-an hoax tersangka.
Penyidik belum melakukan penahanan terhadap tersangka KR dan FB. Kedua tersangka dijerat Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana.
KR yang diperiksa tim Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim mengaku memposting soal adanya pasien terkena virus corona yang dirawat di RSUD Kanujoso, Balikpapan. Dari pengakuannya, postingan ini berawal dari informasi yang diterima KR dari saudaranya.
“KR dan saudaranya awalnya berbincang, bercanda. Kebetulan saudaranya bekerja di rumah sakit, bercanda (soal virus corona) lalu ditanggapi serius oleh KR dan diposting di Facebook,” papar Kombes Yaya.
Baca juga:
PPPA dan P2TP2A Lampung Timur Pantau Siswa Diduga Korban Kekerasan
Bakso Tikus Gegerkan Warga, Polisi Turun Tangan Amankan Pedagang
Beberapa saat kemudian, postingan KR dihapus. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti atas kasus hoax virus corona ini. Status KR masih saksi.
Kombes Yaya mengimbau agar masyarakat bijak bermedia sosial. Warga diminta menyaring informasi yang diterima agar tidak menyebarkan kabar bohong
“Bila belum tahu pasti kebenarannya, dimohon agar tidak menyebarkan informasi apa pun, agar tidak terjerat kasus hoax,” tutur dia.
R24/ Artikel sudah tayang di Detik.com